Testosteron adalah hormon utama pria yang berperan mengatur energi, gairah, massa otot, suasana hati, dan fungsi seksual. Kadarnya menurun secara alami sekitar 1% per tahun setelah usia 30. Pada sebagian pria, penurunannya bisa lebih cepat.
Berapa Kadar yang Normal?
Secara umum, kadar testosteron di bawah 300 ng/dL dianggap rendah pada pria dewasa. Bila kadarnya rendah dan disertai gejala, kondisi ini disebut hipogonadisme. Namun perlu diingat, hanya tes darah yang bisa memastikannya.
Tanda-Tanda Testosteron Rendah
1. Gairah menurun Hasrat seksual yang berkurang cukup terasa adalah salah satu tanda paling umum.
2. Masalah ereksi Testosteron rendah dapat berkontribusi, walau bukan satu-satunya penyebab.
3. Mudah lelah Merasa lelah sepanjang hari meski sudah cukup istirahat.
4. Massa otot berkurang Otot terasa lebih sulit dibentuk meski sudah berolahraga.
5. Lemak perut bertambah Terutama di bagian tengah tubuh.
6. Suasana hati naik-turun Mudah tersinggung, kurang motivasi, atau merasa murung.
7. Sulit fokus Sebagian pria merasa lebih sulit berkonsentrasi.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kabar baiknya, banyak hal yang bisa membantu menjaga kadar testosteron secara alami:
- Olahraga teratur, terutama latihan kekuatan
- Tidur cukup dan berkualitas
- Menjaga berat badan ideal
- Mengelola stres
Kalau gejalanya mengganggu, sebaiknya periksakan ke dokter. Dokter dapat melakukan tes darah dan, bila memang diperlukan, mempertimbangkan terapi yang sesuai. Terapi hormon hanya boleh dilakukan atas pengawasan dokter, karena tidak cocok untuk semua orang.
Jangan menyimpulkan sendiri hanya dari gejala. Banyak keluhan ini juga bisa disebabkan hal lain, jadi pemeriksaan oleh dokter adalah langkah yang paling tepat.
Kesimpulan
Testosteron rendah bisa memengaruhi gairah, energi, otot, dan suasana hati, tapi gejalanya mirip dengan banyak kondisi lain. Karena itu, hanya tes darah yang bisa memastikannya. Jaga pola hidup sehat, dan kalau gejalanya mengganggu, periksakan ke dokter untuk diagnosis serta penanganan yang tepat.
