Apa itu testosteron rendah?
Testosteron adalah hormon seks utama pada pria yang berperan pada dorongan seksual, produksi sperma, massa otot, kepadatan tulang, energi, dan suasana hati. Kadar testosteron rendah (dikenal sebagai hipogonadisme) terjadi ketika testis tidak memproduksi cukup hormon ini. Umumnya kadar di bawah 300 ng/dL dianggap rendah bila disertai gejala.
Kadar turun secara alami seiring usia
Mulai akhir usia 30-an, kadar testosteron pria bisa turun sekitar 1% per tahun. Jadi penurunan bertahap adalah bagian normal dari penuaan — yang perlu diperhatikan adalah bila penurunan disertai gejala yang mengganggu.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
Gejala seksual adalah yang paling khas:
- Menurunnya dorongan seksual (libido).
- Kesulitan ereksi.
- Berkurangnya ereksi spontan dan jumlah sperma.
Gejala lain yang lebih umum (dan bisa berasal dari banyak sebab):
- Mudah lelah dan energi menurun.
- Suasana hati menurun atau mudah berubah.
- Berkurangnya massa dan kekuatan otot.
- Bertambahnya lemak tubuh.
- Sulit konsentrasi.
- Kepadatan tulang menurun.
Karena banyak gejala ini bersifat umum, kadar testosteron rendah tidak bisa dipastikan hanya dari gejala — perlu pemeriksaan.
Cara memastikan
Diagnosis memerlukan dua kali tes darah pada hari berbeda, diambil di pagi hari saat kadar testosteron paling tinggi. Testosteron rendah baru disebut hipogonadisme bila kadar rendah disertai gejala yang sesuai.
Apa yang bisa memperburuk?
Beberapa faktor dikaitkan dengan kadar testosteron lebih rendah, seperti obesitas, gangguan tidur, stres kronis, penyakit kronis tertentu, dan efek samping obat.
Penanganan
Bila terdiagnosis, testosteron rendah bisa ditangani — salah satunya lewat terapi pengganti testosteron (TRT) di bawah pengawasan dokter. Namun TRT tidak cocok untuk semua orang dan punya pertimbangan risiko, sehingga keputusan pengobatan harus dibuat bersama tenaga medis, bukan sendiri.
Kesimpulan
Testosteron rendah adalah kondisi umum yang meningkat seiring usia, dengan gejala mulai dari menurunnya libido hingga lelah dan perubahan mood. Karena gejalanya sering tumpang tindih dengan kondisi lain, pemeriksaan darah dan penilaian dokter penting sebelum menyimpulkan atau memulai pengobatan.
Bila Anda mengalami gejala-gejala di atas, konsultasi dengan dokter — termasuk secara online lewat Barawell — bisa membantu memastikan penyebabnya dan menentukan langkah yang tepat.
