Masalah ereksi adalah salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi, tapi paling jarang dibicarakan. Pria dengan diabetes, terutama tipe 2, lebih berisiko mengalaminya dibanding pria pada umumnya.

Kenapa Diabetes Bisa Menyebabkannya?

Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang memengaruhi dua hal yang penting untuk ereksi:

1. Merusak pembuluh darah Ereksi membutuhkan aliran darah yang lancar. Gula darah tinggi merusak lapisan dalam pembuluh darah secara perlahan. Pembuluh darah di area intim yang berukuran kecil termasuk yang paling awal terdampak.

2. Merusak saraf Ereksi dikendalikan oleh sinyal saraf. Gula darah tinggi dapat merusak saraf yang mengirim sinyal tersebut, sehingga responsnya terganggu.

Selain itu, diabetes tipe 2 juga sering dikaitkan dengan kadar testosteron yang lebih rendah.

Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes

Pada sebagian pria, masalah ereksi justru muncul sebelum diabetes terdiagnosis. Jadi kalau Anda mengalaminya di usia 40-an tanpa sebab yang jelas, ada baiknya memeriksakan gula darah.

Apakah Aman Pakai Obat Ereksi?

Untuk banyak penderita diabetes, obat seperti sildenafil aman dan efektif, walau kadang butuh penyesuaian. Tapi jangan dikombinasikan dengan obat jantung jenis nitrat, dan selalu konsultasi dokter dulu.

Mengelola Keduanya Sekaligus

Mengontrol gula darah adalah investasi terbaik untuk kesehatan seksual jangka panjang:

  • Jaga kadar gula darah sesuai anjuran dokter
  • Olahraga rutin (membantu gula darah sekaligus aliran darah)
  • Turunkan berat badan bila berlebih
  • Berhenti merokok

Kalau Anda penderita diabetes yang mengalami masalah ini, jangan dipendam. Bicarakan dengan dokter untuk penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Masalah ereksi pada penderita diabetes itu umum dan ada penjelasan medisnya, bukan sekadar faktor usia. Mengontrol gula darah dengan baik adalah cara paling efektif menjaga fungsi seksual jangka panjang. Jangan dipendam, bicarakan dengan dokter supaya penanganannya tepat dan aman.